Kasus Campak di Kutai Timur Meningkat, Dinkes Catat 105 Kasus Suspek
Kutai Timur – Kasus penyakit menular campak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mencatat sebanyak 105 kasus suspek campak yang tersebar di sejumlah kecamatan hingga awal tahun 2026.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, mengungkapkan bahwa mayoritas kasus menyerang anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan terhadap penyakit tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena daya tahan tubuh anak belum sepenuhnya terbentuk.
Meski jumlah kasus cukup tinggi, seluruhnya masih berstatus suspek. Pihak Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah kasus tersebut benar merupakan campak. Proses ini memerlukan waktu karena sampel harus dikirim ke laboratorium rujukan.
Tenaga kesehatan di lapangan juga menemukan sejumlah pasien dengan gejala yang mengarah pada campak, seperti demam tinggi, ruam kemerahan, batuk, pilek, dan mata merah. Namun, diagnosis pasti tetap harus melalui uji laboratorium.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kutim terus melakukan pelacakan kasus, meningkatkan kewaspadaan di fasilitas kesehatan, serta menggencarkan program imunisasi tambahan bagi anak-anak.
Sementara itu, dilansir dari BBC, Kementerian Kesehatan mencatat hingga minggu kedelapan tahun 2026 terdapat 10.453 kasus suspek campak dengan 8.372 kasus terkonfirmasi, serta enam kasus kematian. Sebagian besar korban meninggal merupakan balita yang belum mendapatkan imunisasi campak.
Dinkes mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak.
Peningkatan kasus ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran penyakit menular.




Tinggalkan Balasan