Kutai Timur – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan tahun 2026, Polsek Muara Ancalong bersama unsur pemerintah, perusahaan, dan masyarakat melaksanakan kegiatan penanaman jagung kuartal I di wilayah Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan milik PT. HPM yang berlokasi di Desa Long Pejeng, dengan total luas lahan mencapai 20 hektare. Lahan tersebut terbagi masing-masing 5 hektare untuk PT. HPM, PT. PTA, PT. SWA, dan PT. KAM.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Danramil Muara Ancalong Kapten Inf Mardan, pimpinan perusahaan, perwakilan CSR, Kapolsubsektor Busang yang diwakili oleh Brigpol Hendi, unsur Pemerintahan Kecamatan Busang yang diwakili oleh PLH Kasi PMDK Marice, aparat desa, serta karyawan dari masing-masing perusahaan yang terlibat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, serta imbauan terkait pentingnya ketahanan pangan melalui penanaman jagung hibrida jenis Syngenta NK 7328. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman jagung secara bersama-sama serta makan bersama.

Pada tahap awal, penanaman difokuskan di lahan milik PT. PTA seluas 5 hektare yang berada di area PT. HPM, dengan realisasi tanam mencapai 3 hektare.

Kapolsek Muara Ancalong melalui laporan resminya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa kendala di lapangan.

“Kegiatan penanaman jagung kuartal I ini merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan serta mendorong pengembangan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Busang.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan adanya hambatan.

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya konkret dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan sinergi antara aparat, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat di Kutai Timur.