Borneo Prime News | Bontang – Pemerintah Kota Bontang berencana membuka sayembara untuk menjaring pihak swasta yang berminat mengelola destinasi wisata Pulau Beras Basah. Langkah ini diambil sebagai upaya memperbaiki tata kelola kawasan yang dinilai belum optimal.

Pulau Beras Basah saat ini masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari penataan kawasan yang belum rapi hingga fasilitas yang terbatas, sehingga dinilai belum mampu tampil maksimal sebagai ikon wisata daerah. 

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan langkah sayembara ini dilakukan agar pengelolaan tidak membebani anggaran daerah di tengah kondisi keuangan yang terbatas.

“Ikut kontes dulu. Mereka harus menawarkan konsep. Sayang kalau dibiarkan begitu saja,” ujarnya. 

Ia menegaskan, pihak swasta yang ingin terlibat wajib mengajukan konsep dan desain pengelolaan terlebih dahulu. Pemerintah berharap, dengan cara ini, kawasan wisata Beras Basah bisa ditata lebih baik dan menarik minat wisatawan.

Selain itu, Neni juga menekankan agar pengelolaan ke depan tetap melibatkan masyarakat lokal yang selama ini menggantungkan penghasilan di kawasan tersebut.

Menurutnya, kondisi yang terlihat kurang tertata saat ini disebabkan oleh pengelolaan yang belum optimal, termasuk keberadaan tenda-tenda yang dinilai mengurangi nilai estetika kawasan wisata. 

Pemkot Bontang juga menargetkan transformasi kota tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota pariwisata yang memiliki daya saing.

Sebagai informasi, Pulau Beras Basah merupakan salah satu destinasi favorit di Bontang yang selalu ramai dikunjungi, terutama saat musim liburan. Bahkan, dalam periode libur panjang, jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang.

Dengan dibukanya sayembara ini, pemerintah berharap pengelolaan kawasan wisata dapat lebih profesional, tertata, dan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.