Kutai Timur – Upaya pemberantasan narkotika di Kutai Timur kembali membuahkan hasil. Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sangkulirang berhasil membongkar dugaan peredaran sabu dalam jumlah besar di Desa Benua Baru Ulu, Kecamatan Sangkulirang, Kamis, 9 April 2026.

Seorang pria berinisial AL (29) tak berkutik saat diamankan petugas. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti sabu dengan total berat mencapai 205,97 gram yang diduga siap edar.

Kapolsek Sangkulirang, IPTU Erik Bastian, mengungkapkan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

“Tim opsnal langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan di Jalan R.A Kartini,” tegasnya.

Meski sempat tidak ditemukan barang bukti saat penggeledahan badan, pelaku akhirnya mengaku menyimpan sabu di kediamannya di Jalan M. Yamin RT 008.

Tanpa membuang waktu, petugas langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Hasilnya, enam bungkus sabu dengan berat total 205,97 gram berhasil ditemukan di dalam kamar.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa timbangan digital, plastik klip, serta satu unit ponsel yang diduga menjadi alat komunikasi dalam transaksi narkotika.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Sangkulirang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah memburu kemungkinan adanya jaringan lain di balik peredaran barang haram tersebut.

Kapolsek IPTU Erik Bastian menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayahnya.

“Ini bentuk komitmen kami. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyampaikan peringatan keras kepada para pelaku narkotika.

“Tidak ada ampun bagi pengedar narkoba di Kutai Timur. Kami akan kejar sampai tuntas, termasuk jaringan di belakangnya,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran masyarakat yang telah berani melapor, sehingga kasus ini berhasil diungkap.

“Perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Kami butuh dukungan masyarakat untuk memutus mata rantai peredarannya,” pungkasnya.