KUTAI TIMUR – Ritual adat Eniak Tembambataq berlangsung meriah di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, dengan melibatkan seluruh desa Wehea di wilayah tersebut.

Ratusan peserta dari berbagai kampung tampak memadati lapangan dengan mengenakan pakaian adat khas, lengkap dengan hiasan kepala berbulu dan ornamen tradisional. Mereka berjalan beriringan sambil menampilkan gerakan ritual yang sarat makna, mencerminkan rasa syukur, persatuan, serta penghormatan kepada leluhur.

Ritual Eniak Tembambataq menjadi simbol kuat kebersamaan masyarakat Wehea. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antar desa yang telah terjalin sejak lama.

Panggung utama yang dihiasi motif etnik menjadi pusat prosesi, sementara sorotan lampu di malam hari menambah suasana sakral sekaligus semarak. Antusiasme warga terlihat tinggi, baik dari peserta maupun masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya ritual hingga selesai.

Tokoh adat setempat menegaskan bahwa keterlibatan seluruh desa Wehea menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Eniak Tembambataq bukan sekadar seremoni, tetapi identitas dan kebanggaan masyarakat Wehea,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh khidmat, menjadikan malam pelaksanaan ritual sebagai momen kebersamaan yang berkesan bagi seluruh masyarakat yang hadir.