Puncak Festival Lom Plai dalam Kharisma Event Nusantara 2026 di Muara Wahau Meriah, Ribuan Warga Hadir
Kutai Timur – Puncak Festival Adat Budaya Lom Plai dalam rangka Kharisma Event Nusantara 2026 digelar meriah di Lapangan Pemuda, Desa Nehes Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Rabu (22/4/2026).
Sekitar 1.500 peserta dan tamu undangan memadati lokasi kegiatan. Hadir dalam acara tersebut Asisten Deputi Event Kementerian Pariwisata RI Reza Fahlevi, Kadis Pariwisata Provinsi Kaltim Ririn Sari Dewi, Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, serta unsur Forkopimda dan tokoh adat Dayak Wehea.
Dari unsur kepolisian, hadir Wakapolres Kutai Timur Kompol Ahmad Abdullah, S.H., M.H. mewakili Kapolres Kutai Timur, Kapolsek Muara Wahau Iptu Sumartono, S.H., serta Kapolsek Kombeng Iptu Samuel Tarihoran, S.Sos., M.H. yang turut memantau langsung jalannya kegiatan.
Kegiatan diawali dengan penyambutan adat khas Wehea, dilanjutkan ritual Embos Min atau pembersihan kampung di pinggir sungai yang diisi lomba dayung perahu, tarian di atas rakit, hingga atraksi perang tombak tradisional. Prosesi sakral lainnya, Mengsaq Pang Tung Eleang, turut digelar sebagai simbol penyucian diri oleh tetua adat.
Memasuki acara puncak (Bob Jengea), rangkaian diisi dengan sambutan tokoh adat, pemerintah daerah hingga Kementerian Pariwisata, penampilan seni budaya seperti musik sape, tari kolosal, hingga ritual Hudoq yang menjadi ikon budaya Dayak Wehea.
Festival Lom Plai merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen padi. Tahun 2026 ini menjadi kali ketiga festival tersebut masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara, dengan pelaksanaan sejak 23 Maret hingga 24 April 2026.
Pengamanan kegiatan melibatkan gabungan personel Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Hingga saat ini, rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif.




Tinggalkan Balasan